Jangan terperangah dengan
bentuk sebab bentuk tak selamanya menentukan isi. Tampilan belum selalu
membenarkan kepuasan. Apa yang keluar dari otak adalah sesuatu yang tak pernah
sama dari detik ke detik. Jangan pernah menganggap kejahatan berpikir sebagai
kebusukan total dari jati diri; kejahatan dalam berpikir haruslah di padukan
kedalam emosi positif agar menghasilkan beberapa hal yang sulit di tebak
keasliannya.
Berbicara tentang arsitektur
adalah berbicara tentang proses, bukan hasil dari pencapaian. Arsitektur
bukanlah ilmu tentang kepastian kenikmatan namun ilmu yang terus bergerak ke
depan bahkan semakin mengenyangkan imajinasi. Arsitektur tidak hanya berbicara
tentang bangunan, namun semua segi harus di telusuri demi menemukan jenis-jenis
baru bahkan analogi-analogi yang terukur dan tentu dapat di pertanggung
jawabkan.
Bila aku berbicara tentang kebudayaan maka, bagaimana aku dapat menguraikan dan berkarakter kebudayaan? Aku harus mempelajari adat, bahasa, cara hidup, alam, disamping itu keaslian suku, keunikan bersosial harus menjadi referensi yang baku. Sebab dengan hal-hal tersebut maka, tak ada kerugian dari para penikmat hasil karya (masyarakat). Manusia akan senang bila merasa senang, tak ada yang sebaliknya. Manusia akan merasa puas apabila semua tuntutannya di kabulkan, arsitek harus memuaskan semua masyarakat dengan penjelasan yang beranalogi kemanusiaan dalam merancang sebuah karya. Makna analogi bukanlah salah satu pemutarbalikan fakta demi pengakuan masyarakat, tetapi pendekatan tanpa merugikan semua hal dari masyarakat, artinya arsitek rugi demi “keabadian karya” dan masyarakat untung demi ”terwujudnya sarana” bagi tujuan-tujuan tertentu.
Aku takut memprotes hal-hal
yang belum aku pahami sebab itu sama halnya dengan aku tak percaya sesuatu
meski aku mau mengetahuinya oleh karena aku belum pernah mengalaminya (melihat,
mendengar, mengecap, mencium, dan merasakannya). Aku harus melanjutkan semua
hal meski aku belum melewati sesuai jalur atau alur, aku harus melompat meski
aku belum menjejakkan tapakku di pijakan pertama, sebab ini teori tentang
dunia. Semua hal dapat kita lompati tanpa melewati aturan, sebab kita dapat
menciptakan aturan sendiri bagi tujuan lompatan kita. Namun kalau sudah
terhambat atau pun merasa tak sanggup lagi berarti anda akan merasa bahwa ada
yang lebih besar dari anda, maksudnya adalah anda harus menyadari bahwa ada
Pencipta atau Tuhan yang punya segalanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar